BAB
I
PENDAHULUAN
A. Ilmu
Sosial Budaya Dasar Sebagai Komponen MBB
Ilmu
Sosial Budaya Dasar (ISBD) adalah salah satu mata kuliah kelompok mata kuliah
kehidupan bermasyarakat (MBB) diperguruan tinggi. Visis kelompok MBB diperguran
tinggi merupakan sumber nilai dan
pedoman bagi penyelenggara program studi
guna mengantarkan ,mahasiswa memantapkan kpribadian , kepekaan sosial,
kemampuan hidup masyarakat, pengetahuan tentang pelestarian sumber daya dan lingkungan, hidup, dan
mempunyai wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan,, teknologi dan seni.
Misi kelompok MBB diperguruan tinggi membantu menumbuh
kembangkan : daya kritis, daya kreatif, apresiasi,dan kepekaan mahasiswa
terhadap nilai-nilai sosial yang :
1. Bersifat
demokratis, berkeadaban, dan menjunjung tinggi nilai kemanusian , bermartabat
serta peduli terhadap pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup
2. Memiliki
kemampuan untuk menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan , teknologi,dan seni
serta,
3. Ikut
berperan mencari solusi pemecahan masalah sosial budaya dan lingkungan hidup
secara arif
Dalam
kurikulum, ISBD lulusan perguruan tinggi harus memiliki 3 kemampuan :
a. Kemampuan
Akademik
b. Kemampuan
Profesional
c. Kemampuan
Personal
B. Masalah-Masalah
Sosial Budaya Masyarakat
Masalah-masalah
sosial dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan
sebagian besar masyarakat sebagia suatu yang tidak diinginkan atau diperbaiki
C. Ruang
Lingkup Ilmu Sosial Budaya Dasar
pengelompokan ilmu pengetahuan menurut
Prof. Dr. Harsja Bachtiar ( dalam Abdulkadir, Muhamad, 2005:1) yang
mengelompokan ilmu dan pengetahuan
menjadi 3 yaitu :
1. Ilmu-ilmu
alamiah (Natural Sciences)
2. Ilmu-ilmu
sosial (Social Sciences)
3. Pengetahuan
budaya ( The Humanisties)
Ilmu-ilmu
alamiahbertujuan untuk mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam
alam semesta yang termasuk kelompok ini adalah astronomi, fisik, kimia,
biologi, mekanika,kedokteran dan lain-lain.
Ilmu-ilmi
sosial bertujuan untuk mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam
hubungan antara manusia yang termasuk dalam kelompok ini, anatara lain :
ekonomi, sosiologo,politik, demografi,antropologi sosial
Pengetahuan
budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang
bersifat manusiawi peristiwa dan pernyataan-pernyataan yang dimaksud
biasanya terdapat dalam tulisan-tulisan
yang termasuk kelompok ini antara lain : filsafat, seni, sejarah, antropologi,
budaya hukum agama dan lain-lain.
Ilmu
sosial budaya dasar adalah
Bertujuan untuk mengembangkan
kepribadian manusia sebagai mahluk sosial dan sebagai mahluk budaya yang
berwawasan luas dan kritis serta dapat menyelesaikan sebuah masalah dengan
baik, memahami konsep-konsep dasar tentang manusia sebagai mahluk sosial.
Manusi
sebagai mahluk sosial (zoon politicon), artrinya , manusia sebagai individu
tidak akan mampu hidup sendiri dan berkembang sempurna tanpa hidup bersama
dengan individu manusia lainnya.
Manusia
sebagai mahluk budaya(homo humanus) artinya, manusia mahluk ciptaan Tuhan Yang
Maha Esa yang paling sempurna karena sejak lahir debekali dengan unsur akal(
ratio),rasa( sense) yang membedakan dengan mahluk lain.
BAB II
KELOMPOK SOSIAL BUDAYA
A. Pengertian
sosial budaya
Istilah
sosial budaya merupakan bentuk gabungan dari istilah sosial dan budaya .
Pengertian sosial budaya mencakup dari
dua segi kehidupan manusia :
1. Segi
kemasyarakatan
2. Segi
kebudayaan
B. Bentuk
Sosial Budaya
Bentuk sosial budaya artinya, setiap
kelompok sosial budaya mempunyai batas-batas yang telah ditentukan berdasarkan
tipe kelompok,yang membedakannya dengan kelompok yang lain.tipe kelompok
tradisional alamiah didasarkan pada kesatuan geografis,ikatan perkawinan dan
hubungan darah sedangkan tipe kelompok modern didasarkan pada kepentingan yang
sama dan keahlian profesional.
4
macam tipe kelompok sosial bidaya yaitu :
1. Tipe
kelompok sosial budaya berdasarkan kesatuan geografis,seperti desa,daerah
aliran sungai, daerah pantai, dan daerah pengunungan.
2. Tipe
kelompok sosial budaya berdasarkan ikatan perkawinan dan hubungan darah,seperti
keluarga dan keluarga besar.
3. Tipe
kelompok sosial berdasarkan kepentingan yang sama seperti koperasi,lembaga
swadaya masyarakat, dan yayasan.
4. Tipe
kelompok sosial berdasarkan kesakliah profesional seperti kelompok profesi dan
kelompok pengusaha.
Ada beberapa kemungkinan alasan-alasannya,
antara lain karena :
1.
Mata pencaharian yang sama sehingga
pengharapan asas gotong-royongdan tolong-menolong lebih efektif dan efisien.
2.
Keturunan (etnis) yang sama, budaya yang
sama yang mengikat mereka, sehingga berkembang rasa solidoritas kelompok untuk
bersama dan saling melindungi tempat yang sama
C. Tujuan
Sosial Budaya
a. Mengembangkan
kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman , kesetaraan , dan kemartabatan
manusia sebagai individu dan mahluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
b. Menumbuhkan
sikap kritis,peka dan arif dalam memahami keragaman. Kesederajatan,dan
kemartabatan menusia dengan landasa
nilai estetika,dan etika, moral dalam kehidupan bermasyarakat.
c. Memberi
landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada
mahasiswa sebagai bekal bagi hidup
bermasyarakat, selaku individu dan mahluk sosial yang beradab dalam memperaktekkan pengetahuan akademik,dan keahlian nya serta
mampu memberikan problem soiving sosial budaya secara bijaksana.
Permasalahan yang dapat dijadikan
sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup pembahasan yaitu :
a. Adanya
berbagai aspek pada kenyataan-kenyataan yang bersama –sama merupakan suatu masalah
sosial, biasa ditanggapi dengan pendekatan yang berbeda-beda oleh bidang-bidang
pengetahuan keahlian yang berbeda-beda sebagai pendekatan tersendiri maupun
gabungan.
b. adanya
keanekaragaman golongan dan ssatuan sosial dalam masyarakat yang masing-masing
mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah
laku sendiri, tetapi ada juga persamaan kepentingan kebutuhan serta persamaan
dalam pola pemikiran dan pola tingkah laku yang menyebabkan adanya
pertentangan-pertentangan maupun hubunganan-hubungan kesetiawanan dan kerjasama dalam masyarakat.
Pembahasan
dan sub pokok bahsan :
a. mempelajari
dan menyadari adanya berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan
perkembangan masyarakat dan kebudayaa.
b. Mempelajari
dan menyadari adanya masalah-masalah individu,keluarga,dan masyarakat.
c. Mengkaji
masalah-masalah kependudukan dan sosialisasi serta menyadari identitasnya
sebagai pemuda dan mahasiswa penerus bangsa dan negara.
d. Mempelajari
hubungan antara warga negara dan negara
e. Mempelajari
hubungan serta pelapisan sosial dan persamaan derajat.
f. Mepelajari
masala-masalah yang dihadapi oleh masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
g. Mempelajari
dan menyadari adanya, pertentangan-pertentangan sosial bersamaan dengan adanya
integrasi masyarakat.
h. Mempelajari
usaha pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh manusia untuk
memanfaatkan kemakmuran dan pengurangan kemiskinan.
D. Perkembangan
Sosial Budaya Indonesia
Kebudayaan Telah Mengalami proses perkembangan secara bertahap dan
berkeseimbangan yang kita konsepkan
sebagai evolusi kebudayaan masa dalam kehidupan
manusia dapat kita bagi dua :
1. Penemuan
roda untuk transpotasi
Pada mulanya,roda hanya digunakan untuk
mengangkat barang berat diatas batang pohon.
2.
Bahasa
Bahsa dalah suara yang
diterima sebagai cara untuk menyampaikan pikiran seseorang kepada orang lain.mengenai masa
prasejarah ini ada dua pendekatan untuk membagi zaman yaitu:
1.
Pendekatan berdasarkan teknologi,terdiri
dari zaman batu tua (poleotikum),zaman batu tengah/ madya (moselitikom)dan
zaman batu baru.
2.
Pendekatan berdasarkan model sosial
ekonomi atau mata pencaharian hidup yang
terdiri atas :
a.
Masa berburu dan mengumpulkan makanan.
b.
Masa bercocok tanam
c.
Masa kemahiran teknik atau perundingan.
Semituang perunggu dan tradisi
smituang besi berpendapat lain membagi periode peradaban menjadi empat bagian
yaitu : prapalaelitik.paleolitik,neolitikdan era perunggu manusia tidak lagi
sekedar homo yang hanya menginginkan makanan R.Soekarno (1973) membagi empat
masa yaitu :
1. Zaman Prasejarah, yaitu sejak permulaan adanya
manusia dan kebudayaan sampai kira-kira abab ke-5 masehi
2. Zaman
Purba, yaitu sejak datangnya pengaruh india pada abad pertama masehi
sampai dngan runtuhnya majapahit sekitar
tahun 1500 masehi.
3. Zaman
Madya,yaitu sejak datangnya pengaruh islam menjelang akhir kerajaan majapait
sampai dengan akhir abad ke-19
4. Zaman
Bru/modern, yaitu sejak masanya anasir barat( Eropa)dan teknik moder kira-kira
tahun 1900 sampai sekarang. Hasil pertanian mesir adalah gandum,sekoi dan jamaut,danselai
yaity padi-padian berbiji keras seperti jangung. Tulisan hieroglif ditemukan
didingding piramida ,tugu oblesik maupun daun papirus. Tulisan hieroglif berkembang menjadi
lebih sederhana yang kemudian dikenal dengan tulisa hieratik dan demotik,
denotik adalah tulisan rakyat yang
digunakan untuk urusa manusiawi, misalnya jual beli. Pada tahun 1799 anggota
pasukannya menemukan sebuah batu besar
berwarna hitam didaerah rosetta. Pada tahun 1822, J,F. Champollion telah
menemukan arti dari tulisan rosetta dengan membandingkan tiga bentuk tulisan
yang digunakan yaitu hierogrif, demotik,dan yunani.
BAB
III
PEMUDA
DAN SOSIALISASI
A. Pengertian
pemuda
Pada dua dekeda yang lalu, terminologi pemuda selalu memiliki makna
ideologis. Bedinnidict Anclerson, misalnya menyebut bahwa, defenisi pemuda
selalu dikata kan dengan definisi
politik. Keunikan tau ciri khas pemuda sekarang yang lain adalah sikap
pragmetisme. Persoalan keungan adalah persoalan paling utama bagi generasi muda
saat ini. Salah satu dampaknya adalah pemuda saat ini cenderung menjadi lebih
progmatis dan kurang peduli terhadap persoalan diluar dirinya.
B. Pendidikan
Karakter
Beberapa pendidik Indonesia modern yang mencoba menerapkan semangat
pendidik karakter antara lain : R.A. Kartini, Ki.Hadjar Dewantara,
Soekarna,Hatta,Ton malaka, Moh.Natsir, dll. Kependidikan biasa dikatakakan
karakter apabila melibarkan berbagai macam komposisi nilai (nilai agama,nilai
moral, nilai-nilai umum,dan nilai-nilai kewarganeraan). Karekter memiliki
nilai-nilai sb :
Nilai keutamaan. Manusia keutamaan kalau
ia menghayati dan melaksanakan tindakan –tindakan yang utama. Nilai keindahan
pada masa lalu, nilai keindahan ditafsirkan terutama pada keindahan
fisik,berupa hasil karya seni, patung bangunan sastra dll. Nilai keadilan manusia utama adalah menjadi manusia yang
berkerja. Nilai cinta tanah air (patriotisme). Pendidikan karakter yang menanamkan nilai-nilai patriotisme
secara mendalam tetap lah relavan mengingat ikatan seseorang senantiasa terpaku pada tanah tumpah kelahiran nya, dan
ibu pertiwi yang membesarkannya. Konferensi Asia Afrika, Grakan nonblok yang
dipelopori Soekarno, gerakan kembali kenilai-nilai kebudayaan sendiri seperti
yang dilakukan oleh Ki Hajara Dewantara jelas merupakan sebuah semangat patriotisme mendalam yang
merupakan ekpresi dari cinta tanah air sendiri.
Nilai Demokraksi. Dalam konteks berbangsa dan bernegara diindonesia
nilai kesatuan ini menjadi dasar pendirian bangsa ini kita mengenal tokoh besar
Moh. Hatta (dan juga Gus Dur ) yang menyadari bahwa prularitas dinegeri ini
ttidak memungkinkan diterapkannya
pendekatan dari agama tertentu untuk dicantumkan menjadi dasar negara.
Nilai moral, nilai moral ini oleh socrates diacu sebagai sebuah
panggilan untuk merawat jiwa. Nilai kemanusiaan menghayati nilai-nilai
kemanusiaan menjadikan sikap keterbukaan terhadap kebudayaan lain , termasuk
disini kultur agama dan keyakinan yang berbeda.
C. Menuju
Pendidikan Berkerakter
Pendidikan karakter dilembagakan pendidikan (formal) lebih banyak
berurusan dengan penanaman nilai. Untuk mencapai pertumbuhan integral dalam pendidikan karakter perlulah
dipertimbangkan berbagai macam metode yang membantu mencapai idealisme dan
tujuan pendidikan karakter.
Mengajar untuk dapat melakukan yang baik, yang adil ,yang bernilai, kita
pertama-tama perlu mengetahui dengan jerih apa itu kebaikan , keadilan,dan
nilai.keteladan memang menjadi salah satu hal yang klasik bagi berhasilnya
sebuah tujuan pendidikan karakter. Menentukan prioritas lembaga pendidikan
umumnya memiliki prioritas dan tuntutan
dasar atas karakter yang diterapkan dilingkungan mereka. Praksis unsur lain
bagi pendidikan karakter adalaha bukti dilaksanakan nya prioritas nilai nilai
pendidikan karakter tersebut. Refleksi merupakan kemampuan sadar khas
manusiawi.
BAB IV
KEBUDAYAAN,PERADABAN
DAN SISTEM NILAI BUDAYA
A. Kebudayaan
Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berasal dari kata sanserkerta
budhayah sebagi bentuk jamak dari budhi, yang berati atau budi akal. Kebudayaan
adalah hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal. Koentjaraningrat
memberikan pengertian kebudayaan sebagai keseluruhan dari hasil budhi dan karya
nya itu atau kebudayaan adalah
keseluruhan dari apa yang pernah dihasilkan oleh manusia karena pemikiran dan
karyanya.
a. Wujud
kebudayaan
Ralp Linton membaginya menjadi wujud
phisik dan non phisik. Sedangkan Koentjaraningrat membaginya kedalam tiga wujud
yaitu wujud ideal, yaitu kompleks ide-ide, gagasan nilai-nilai
norma-norma,peraturan-peraturan dan sebagai nya yang berfungsi mengendalikan
dan memberi arah kepada kelakuan manusia, serta perbuatan manusia dalam
masyarakat, maka sering disebut adat tata cara.
b. Wujud
sistem sosial yaitu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam
masyarakat.
c. Wujud
kebudayaan fisik, yaitu benda-benda hasil karya manusia, misalnya pabrik,
komputer, candi borobudur dan lain-lain.
Kebudayaan dalam kaitannya dengan ISBD adalah :
Penciptaan , penertiban dan pengolahan
nilai-nilai insan, tercakup didalamnya usaha memanusiakan diri didalam alam lingkungan baik fisik
maupun lingkungan sosial.
Apabila dihubungkan dengan wujud kebudayaan yang dikemukakan oleh
Koentjaraningrat, maka nilai-nilai insani( nilai etika) itu meliputi wujud
kebudayaan ideal atau wujud sistem sosial,sedangkan nilai manusiawi artinya
tidak terdapat pada wujud kebudayaan fisik. Tidak manusiawi artnya tidak sesuai
dengan atau tidak menghargai martabat manusia, serta tidak berguna bagi
kehidupan manusia.
B. Perwujudan
kebudayaan
Dimana-mana manusia itu pada dasarnya adalah ssama karena manusia
dibekali oleh penciptaannya dengan akal, perasaan,dan kehendak didalam jiwa.
Yang membedakan adalah perwujudan budaya
dengan menekankan pada akal, perasaan,kehendak sebagai kesatuan ,atau hanya
menekankan pada akal saja( ratio) dengan mengabaikan perasaan pengertian
peradaban (civilization)dan kebudayaan (culture)
Menurut satu Tkdir
Alisyahbana, apabila perwujudan budaya itu penekannya pada akal( mind) maka
akan menimbulkan tingkat peradaban yang berbeda. Mind selalu dihubungkan dengan
civilization, bukan culture, maka ada yang disebut peradaban tinggi dan peradaban
, karena alat ukurnya adalah akal dan pikiran manusia.
Sedangkan apabila perwujudan budaya itu penekanannya pada tiga unsur
(akal,perasaan dan kehendak) secara kebersamaan maka akan timbul tingkat
kebudayaan yang berbeda, maka ada kebudayaan tinggi, ada kebudayaan rendah,
karena diukur dengan rendahnya bagi manusia.
C. Sistem
Nilai Budaya
Nilai adalah segala sesuatu tentang yang baik aytau yang buruk. Nilai
adalah segala sesuatu yang menarik bagi manusia sebagai subyek. Nilai adalah
perasaan tentang apa yang diinginkan
ataupun yang tidak diinginkan , atau tentang apa yang boleh dan yan g tidak
boleh.
Sistem nilai budaya berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi kelakuan
manusia, dalam tingkatan yang paling abstrak. Sistem-sistemtata kelakuan yang
tingkaynya lebih konkrit, seperti aturan-aturan khusus, hukum, norma-norma
semuanya berpedoman pada sistem budaya.
Ahli antropologi Kluckhon, membagi sistem nilai budaya kedalam lima
masalah :
1. Hakehat
hidup manusia
2. Hakekat
karya manusia
3. Hakekat
kedudukan manusia dalam ruang dan waktu
4. Hakekat
hubungan manusia dengan alam
5. Hakekat
hubungan manusia dengan sesamanya.
BAB
V
MANUSIA
DAN CINTA KASIH
A. Pengantar
Kasih sayang sudah dikenal sejak anak lahir dan bahkan sejak anak ada
dalam kandungan. Kasih sayang berkembang seirama dengan perkembangan anak
menuju kedewasaan. Cinta kassih orang tua terhadap anaknya itu adalah cinta
yang disertai dengan kasih sayang. Cinta kasih ini diberikan secara tulus dan
ilhlas seolah-olah anak itu merupakan
bagian dari dirinya sendiri. Cinta yang dirasakan orang tua terhadap anaknya didasarkan atas
kerapuhan hati, sebab orang tua mempunyai maksud tertentu terhadap anaknya,
yaitu sukses dalam bimbingan atau
pendidikan yang diujudkan dalam
pergaulan orang tua terhadap anaknya. Perlakuan yang baik kepada sesama manusia bukan berati karena seseorang itu
membela, menyetujui, mendukung atau berguna bagi dirinya, melainkan datang dari
hati nuraninya yang ikhlas disertai tujuan yang mulia.
Cinta yang agung dan suci yang menjelama menjadi kemesraan tidak
mengenal batas usia, kasta, derajat dan status sosial. Belas kasihan
merupakan cinta terhadap cinta terhadap
sesama, yang dalam perwujudan berbeda dengan cinta kepada orang tua,pria
,wanita dan cinta kepada Tuhan.
Perasaan kasihan secara harfiah berarti meras dengan dalam pengertian
ini, perasaan –perasaan sosial kita yang mendasar, dasar seluruh moralitas, dan
merupakan perekat emosional yang menghimpun masyarakat dan akhirnya seluruh
kemanusiaan bersama-saama.
B. Pokok
Bahasan
1. Arti
, hubungan, ungkapan cinta kasih
a. Arti
cinta kasih
Cinta kasih merupakan paduan dua kata yang mengandung arti psikologis
yang dalam,yang sulit didefinisikan dalam rangkaian kata-kata. Manusia adalah
mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk-mahluk
lainnya . manusia mempunyai akal, perasaan, kehendak.
Cinta kasih bersumber pada unsur ras, yang merupakan ungkapan perasaan , didukung oleh unsur
karsa, yang dapat berupa tingkah laku dan dipertimbangkan dengan akal yang
menimbulkan tanggung jawab diartikan akibat yang baik, positif, berguna ,
saling menguntungkan , menciptakan keserasian, keseimbangan ,dan kebahagian.
b. Hubungan
cintaa kasih
Adanya beberapa macam hubungan cinta kasih yang di bahas dalam bab ini,
dirinci sebagai berikut :
v Cinta
kasih ini, orang tua dan anak
v Cinta
kasih antara pria dan wanita
v Cinta
kasih antara sesama manusia
v Cinta
kasih antara manusia dan Tuhan
v Cinta
kasih manusia terhadap lingkungan
c. Ungkapan
cinta kasih
Orang yang mempunyai perasaan cinta kasih, hidupnya penuh gairah,
baanyak inisiatif, dan penuh kreatif bagi seniman pelaku cinta kasih
dituangkasn dalam bentuk karya budaya, sehingga dapat dinikmati pula oleh
masyarakat.
Dari uraian yang dikemukakan
sebelum mendapatkan dinyatakan bahwa cinta kasih adalah kebutuhan kodrati
manusia, yang merupakan bagian yang tidak diabaikan dalam kehidupan manusia.
2. Cinta kasih antara orang tua dan anak
Seorang ibu yang sedang menyusui anaknya adalah gambaran tentang
ketulusan dan cinta kasih. Ibu adalah tokoh utama yang selalu siap berkorban
untuk membuktikan bahwa dunia ini membutuhkan cinta kasih dan ketulusan. Tanpa
cinta kasih keluarga akan goyah, masyarakat pun akan goyah demikian diungkapkan
oleh Sapardi Djioko Damono.
Dibagian lain Sapardi Djoko Damono mengungkapkan bahwa dalam masyarakat
kita biasanya menjadi lambang ketulusan dan
cinta kasih adalah wanita (ibu) dan anak-anak.
Dalam karya sastra dan lirik
l;agu kadang-kadang pengorbanan ibu sering dimanfaatkan oleh seniman untuk
memeras air mata kita. Ibu tiri selalu mengambar sebagai wanita yang tidak mau
melaksanakan tugas mulia terbuat dengan tulus.
3. Cinta
kasih antara pria dan wanita
Cinta kasih antara pria dan wanita merupaka titik timbul keluarga
sebagai unit masyarakat terkecil dan berkembang biak umat manusia dimuka bumi.
Cinta kasih antara pria dan wanita yang sudah dewasa ( akil baling)
merupakan kodrat yang tidak dapat di mungkiri,dan harus ada dalam cinta
kasih antara pria dan wanita ini kedua
pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling
pengertian , dan keterbukaan, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan
utuh.
4. Cinta
kasih antara semua manusia
Belas kasihan timbul karena adanya penderitaan yang dialami manusia. Penderitaan ini
mengandung pengertian yang luasa, misalnyan penderitaan karena bencana alam,
karena yatim piatu, dan lain-lain
Cinta kasih yang dilandasi belas kasihan merupakan dasara untuk
menciptakan kebersamaan, perdamaian, dan saling menghargai apabila kita
perhatikan, perwujudan belas kasihan
berupa pertolongan sesamaa manusia
tergantung juga pada situasi dan kondisi yang unik dalam arti pertolongan hanya
diberikan kepada penderita yang bukan dibuat-buat atau yang diada-adakan.
Apabila dalam kehidupan manusia, cinta sudah memudar atau menghilang
dari lubuk hatinya, maka akan timbul tekabur, kekejaman kebiasaan yang tiada tara,
nafsu setan merajalela, nilai-nilaikemanusian diinjak-injak.
5. Cinta
kasih antara manusia dan Tuhan
Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dan kehidupan
manusia. Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan karena manusia mereka takut akan Tuhan.
Dalam cinta kasih kepada Tuhan itu tersimpul kepasrahan dan keikhlasan berserah
diri bahwa pengabdian , pemujaan, sembahyang semata-mata karena segalanya.
Cinta kepada Tuhan tidak lain sebagai
manisfestasi kesadaran sebagai mahkluk ciptaan Tuhan dan peintah Tuhan untuk
mengabdi dan menyembah kepadanya.
Cinta kepada Tuhan menurut ajaran agama adalah takwa dan mengabdi kepada
Tuhan . artinya menuruti perintahnya dan menjauhi laranganNya. Yang paling
mulia disisi tuhan adalah orang yang takwa kepadanya . pemujaan atau sembahyang
adalah bentuk komunikasi ritual oleh manusia kepada TuhanNya.
Tempat komunikasi ritual ini dilakukan manusia ditempat-tempat khusus
misalnya dimasjid bagi agama islam, digereja bagi agama kristen, dipura bagi
agama hindu, dan candi borobudor bagi agama budha. Cinta manusia kepada
Tuhan dapat diungkapkan juga melalui
karya budaya nya misalnya
nyanyian,cerita norman (novel) film, nilai relegius ditunjukan oleh prilaku
maka yang selalu mengedepankan nilai-nilai moral kepada orang lain.
6. Ada
tiga macam cinta yaitu Agape,Philia, Eros/Amor
Ø Cinta
Philia,yaitu cinta manusia kepada Tuhan, seperti yang dijelaskan pada cinta
pemujaan
Ø Cinta
philia, yaitu cinta dalam keluarga, cinta kepada ayah/ibu dan saudara.
Ø Cinta
Aros/ Amor ailah antara pria dan wanita cinta sesama ini merupakan perpaduan
dari cinta agape dan philia.
Perbuatan atau sikap yang menaruh belas kasihan kepada orang lain,adalah
orang yang berakhlak. Cara menyatakan belas kasihan yang ada dengan memberi
uang, pakaian, makanan, barang dan sebagainya.
d. Contoh
dalam kehidupan
1. Kasus
Arie Hanggara ternya tidak sendiri
Kasus kesucian ini, boleh juga dibilang
sebagai peristiwa terbesar akan peradaban anak terhadap orang tuanya. Hal yang
demikian itu terbukti dan reaksi spontan yang bermunculan begitu peristiwa
tersebut termuat dalam media pers organisasi wanita terbesar ditanah bahwa
peristiwa tersebut sangat melukai
perasaan wanita.
2. Jasmani
sehat, hidup rukun dan kasih-kasihan adalah modal utama kebahagian , namun
sakit atau mati adalah kekuasaan Tuhan
3. Suatu
karya satra yang mengembangkan ketidak berhasilan orang tua mendidik anaknya karena terlalu
dimanjakan adalah novel salah asuhan karangan Abdul Muis.
4. Cinta
kasih adalah bagian dan kehidupan manusia ini adalah kebutuhab kodrati. Sebagi
contoh ialah novel Ashadi Siregar yang berjudul cintaku dikampus biru yang juga
sudah difilmkan. Nilai moral yang luhur itu mengangkat derajat martabat manusia
.
BAB VI
MANUSIA DAN KEADILAN
A. Manusia
Dan Keadilan
Setiap manusia pastilah mendambakan keadilan, karena keadilan sungguh
merupakan suatu yang sangat esensial didalam kehidupan insane beradab.
Perjuangan hidup manusia yang sangat
penting adalah menegakkan keadilan dinyatakan sebagai lebih dekat kepada takwa
sehingga orang yang imannya yang kuat sangat peka terhadap tuntutan keadilan.
Keadilan selau memandang unsure penghargaan dan penilaian atau
pertimbangan oleh karena itulah keadilan selalu dilambangkan dengan neraca
keadilan.
Prof. Subekti mengemukakan
pendapat bahwa keadilan itu berasal dati Tuhan , tetapi manusia diberi
kecakapan untuk meraba atau merasakan
keadaan yang dinamakan adil itu. Hukum harus mendapatkan keseimbangan
antara tuntutan.
B. Keadilan
Dimana pun dan pada persoalan apapun dalam kehidupan manusia keadilan,
merupakan dambaan setiap insan.
1. Pengertian
keadilan
a. Aristoteles
Menurut Aristoteles keadilan adalah
kelayakan dalam tindakkan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara keddua ujung ekstrem (diantara dua
kutub), yakni ujung terlalu banyak dan ujung terlalu sedikit.
b. Plato
Plato memproyeksi keadilan pada diri
manusia, sehingga seorang dikatakan adil
apabila orang itu mampu mengendalikan diri dan perasaannya dengan akalnya
(dengan rasionya)
c. Socrates
Socrates memproyeksi keadilan pada
pemerintah menurut Socrates, keadilan tercipta bilamana setiap warga negara
merasakan, bahwa pemerintah telah melaksanakan tugasnya dengan baik.
d. Kong
Hu Cu
Kong hu cu berpendapat lain. Menurut
dia, keadilan ituterjadi apabila sebagai anak, bapak sebagai bapak, dan raja
sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya.
e. Charles
E Merriam
Charles me merriam dalam bukunya syetematic
politic menghubungkan dengan tujuan negara dari keadilan tersebut merriam
mengumpamakan adanya sytem nilai dalam memperoleh bagiannya berdasarkan
nilai-nilai tersebut.
f. Prof.I.R.Poedjowojoto
Secara umum menurut Prof.I.R
Poedjowojoto keadilan adalah pengakuan dan perlakuan terhadap hak yang sah.
g. Keadilan
menurut ajaran agama
Agama mempunyai ajaran-ajaran tentang
keadilan pengadilan terhadap dosa tersebut dirasakan sebagai hukuman yang lebih
berat dibandingkan sanksi hukuman pengadilan hasil seni
h. Keadilan
dan hasil seni
Jelas bagi kita bahwa keadilan ridak
dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Peristiwa keadilan juga sering kita
lihat, kita dengar atau kita baca dari media masa, seperti :
v Mayat-mayat
terpotong dijakarta dan sukabumi
v Peristiwa
sengkon dan kasta
v Proses
pengadilan penyeludup kelas kakap
v Atau
kemukakan contoh-contoh peristiwa yang baru terjadi
2. Berbagai
macam keadilan
Plato berpendapat bahwa dan hukum
merupakan subtansi rohani umum dan masyarakat yang membuat dan menjaga
kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan
pekerjaan yang menurut sifat dasrnya paling cocok baginya( the man behind the
gun). Fungsi-fungsi penguasa ialah membagi-bagikan fungsi-fungsi fdalam negara
kepada masing-masing orang sesuai dengan asas keserasian itu.
c. Keadilan
distributif
Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bila mana hal-hal
yang sama diperlukan secara sama dan
hal-hal yang tidak sama secara (justice is done when equals are stread
aqually). Bila hal ini dilaksanakan sebaik-baiknya sesuai dengan ciri- ciri
adil yaitu memihak, sama hak, bersifat hukum, sah menurut hukum,layak, wajar
dan benar secara moral, maka tidak akan ada kericuha baik didalam sidang
pengadilan maupun diinstansi mana saja.
d. Keadilan
komunikatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan
kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian
keadilan itu merupakan asas
pertalian dan ketertiban dalam masyarakat.
3.
Keadilan sebagai kebutuhan naluri
manusia
Jhon Locke mengemukakan bahwa manusia itu mempunyai hak-hak alamiah yang
dimilikinya semenjak lahir.
Hak asasi ini :
·
Hak akan hidup
·
Hak akan kebebasan atau kemerdekaan
·
Hak akan milik,hak akan memiliki sesuatu
Diantara
ketiga hak alamiah itu yang terpenting adalah hak akan hidup. Hak-hak
yang timbul dengan adanya hak-hak azasi antara lain :
1. Personal
Right ( hak azasi pribadi)
2. Property
Rihgt (hak azasi ekonomi, hak memiliki sesuatu hak memebeli atau menjual
barang-barang miliknya dan lain-lain)
3. Right
of legal equally (hak untuk memperoleh perlakuan yang sama dalam hukum dan
pemerintahan)
4. Political Right (hak azasi politik, hak untuk
ikut serta dalam pemerintahan , hak pilih dan memilih dan lain-lain)
5. Social
and cultere Rights ( hak untuk memilih jenis dan jenjang pendidikan serta
mengembangkan kebudayaan untuk disukai.
6. Procedure Right (hak untuk mendapatkan perlakuan atau tata cara pengadilan dan
perlindungan , misal perlengkapan, penahan penggeledehan, dan lain-lain)
kemudian pada
tanggal 30 desember 1948 ditulis dalam piagam
yang memuat 30 pasal diterima
sebagai Universal Declaration Of Human Right (pertanyaan sedunia tentang hak azasi manusia ).
Menurut
Thomas Hobbes, manusia juga mempunyai sifat-sifat yang melekat pada dirinya
yaitu :
1. Cornpetifo,
yaitu sifat untuk berlomba menguasai manusia yang lain, karena adanya rasa takut dan khawatir
ia tidak akan mendapat pujian.
2. Defentio,
yaitu sifat untuk mempertahankan diri
dari membela diri.
3. Gloria,
yaitu sifat untuk menghormati, disegani dan dipuji oleh manusia-manusia
yang membuatnya.
4. Pengertian
keadilan sosial
Sila kedua dari kelima dari pancasila merupakan serangkaian kata yang mempunyai arti tersendie. Keadilan
sosial mempunyai satu arti yaitu social , justice, yang sangat erat hubungannya
dengan suatu isme,ajaran atau pandangan hidup.
Keadilan sosial pengertiannya juga kepentingan sosial, kepentingan
bersama, kepentingan komunal, gotong-royong mempunyai arti suatu usaha bersama, pelaksanaan duimanfaatkan untuk
kemakmuran bersama
Sila kelima pancasila, menghendaki pembangunan dan penikmatan hasil pembangunan itu perlu dibagi
dengan adil dan merata, baik dibidang ekonomi, sosial dan kebudayaan, sehingga
dunia bebas dari kemiskinan dan
kesengsaraan hidup. Keadilan sosial dalam pancasila telah
dijabarkan menjadi 12 butir
pengalaman seperti yang tertuang
dalam Eka Prasetya Pancakarsa. Pandangan
hidup tentang keadilan sosial tumbuh dari kebudayaan yang menitik beratkan pada kehalusan budi, perasaan halus,menjunjung
tinggi nilai-nilai kemanusian, dan
mencintai sesama hidupnya.
Keadilan sosial dan kehidupan
bangsa indonesia dapat dijumpai
pada ungkapan. Lingkupan jawa sebagai berikut :
1. Teposalirio
2. Sopo
gawe nganggo, sopo nandur ngunduh
3. Ngano
yo ngono, nanging mbok ajo ngono
4. Tego lorane, ora tega patine
5. Wong
temen tumemen, wong sajah saleh
6. Suro diro jayaningrat, luhur dening pangastuti
a. Tipo
seliro, sikap hidup seseorang yang telah
menganggap segala perbuatan yang lain juga seperti dirinya sendiri.
b. Sopo
ngawe,sopo nandur ngunduh, merupakan filsafat yang universal dan parental
c. Ngano
yo ngono,nanging mbok ajo ngono, ungkapan ini ditujukan kepada para membuat keputusan , bahwa vonis
yang akan dijatuhkan , jangan lah hanya melihat persoalan saja, tetapi hendak
lah dipakai berbagai pertimbangan mlral yang tinggi, perasaan yang halus,
integritas yang tinggi dari manusia yang beradab.
d. Tego
lorane,ora tega patine, merupakan
kelanjutan dari vonis yang telah dijatuhkan, dan apabila yang menanggung
vonis tadi sengsara karenanya, maka si pembuat vonis juga merasa terharu dan
berusaha menolongnya.
e. Wong
temen rumemen, wong saleh, mengandung makna pada, suatu waktu, siapa yang jujur
dan sungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasilnya, tentu saja harus ditunggu
secara sabar dan tawakal.
f. Suro diro jayaningrat,lebur dening pangastuti,
artinya bahwa segala keburukan , kejahatan hendaknya jangan dibalas dengan
perbiatan yang konfrontatif, tidak ada manfaatnya.
C. Contoh
keadilan dalam kehidupan
1. Bagimana
dengan seniman-seniman kita
Sesuai dengan kapasitas nya pula, pada
seniman Indonesia pun sebenarnya cukup vokal dalam menyuarakan sikap
mereka akan praktek-praktek ketidak adilan . banyak faktor yang sebenarnya
menggiringi mereka untuk mengetahui profesi yang dianggap hina oleh sebagian besar anggota masyarakat.
BAB VII
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
A. Tanggung
jawab adalah ciri manusia yang beradab
Tanggung jawab itu bersifar kodrati,
artinya sudah menjadi bagian hidup
manusia, bahwa setiap manusia dibebani dengan tanggung jawab.
B. Tanggung
jawab
1. Pengertian
tanggung jawab
Menurut WJS. Poerwodarminto, tanggung
jawab adalah suatu suatu yang menjadi kewajiban . sedangkan menurut Drs. Suyadi
Mp tanggung jawab adalah kesadaran
manusia akan tingkah lakunya.
Dari segi filsafat, suatu tanggung jawab
itu paling sedikit didukung tiga unsur yaitu :
ü Kesadaran
(cosciouness)
ü Kecintaan
(love, effestion)
ü Keberanian
(courage bravery)
2. Macam
atau jenis tanggung jawab
Atas dasar itu lalu dikenal beberapat
jenis tanggung jawab :
1. Tanggung
jawab terhadap diri sendiri
2. Tanggung
jawab manusia atau masyarakat
3. Tanggung
jawab terhadap lingkungan
4. Tanggung
jawab terhadap Tuhan
3. Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan yang baik
yang berupa pikiran pendapat atapun tenaga sebagai perwujudan dan kesetian kepada pemimpin, cinta kasih sayang, hormat
atau suatu ikatan dimana semuanya itu dilakukan dengan penuh ikhlas
a. Pengabdian
kepada keluarga
b. Pangabdian
kepada masyarakat
c. Pengabdian
kepada negara
d. Pengabdian
kepada Tuhan
4. Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban
yang artinya memberi secara ikhlas dalam ujud-ujud tertentu seperti : harta,
benda, waktu, kesetian, kebenaran, pengorbanan merupakan akibat dari pngabdian
5. Kesadaran
Keadaran adalah keinsafan akan perbuatanya. Kesadaran adalah hati yang
telah terbuka atau pikiran dan perasaan dimana telah terbuka tentang apa yang telah dukerjakan.
BAB VIII
MANUSIA DAN PENDERITAAN
A. Manusia
Dan Penderitaan
Dimana pun dan kapan pun manusia dapat
menghadapi penderitaan terutama penderitaan yang tidak disengaja. Penderitaan
manusia dapat menumbuhkan kreativitas
dalam karya-karya manusia serta
usaha manusia untuk melepaskan
penderitaan.
B. Penderitaan
1. Pengertian
Penderitaan
Penderitaan mepunyai kata dasar derita
yang berasal dari kata dhra (bahsa sanserkerta), yang berati menahan atau
menanggung. Penderitaan adalah beban phisik atau jiwa manusia yang dapat
menekan kan diri manusia.
2. Sumber
penderitaan
Manusia sebagai mahluk hidup mempunyai
banyak dimensi yang semua dimensi
merupakan satu kesatuan utuh.
Manusia cukup dibedakan antara kebutuhan
phisik, kebutuhan psikis dan kebutuhan sosial.
Ø Kebutuhan
phisik (basic needs)
Ø Kebutuhan
psikis (psicholoizal needs)
Ø Kebutuhan
sosial (social needs)
Penderitaan manusia itu dapat diperinci
sebagai berikut :
a. Penderitaan
yang timbul akibat perbuatan buruk manusia.
b. Penderitaan
karena penyakit
c. Penderitaan
akibat siksaan atau azab Tuhan
3. Rasa
sakit
Secara biologis penyakit merupakan
ketidaknormalan atau kurangnya fungsi-fungsi organ dan sel-sel manusia.
a. Sakit
phisik
Sakit phisik adalah perasaan tidak enak
pada organ manusia
b. Sakit
syaraf dan jiwa
Sakit jiwa merupakan orang menyebutnya
gila, sedangkan sakit sayaraf proses kejiwaan manusia.
Sumtoma-sumtoma itu antara lain sebagai
berikut :
1. Gangguan
pengamatan
a. Astenia
adalah gangguan syaraf peraba
b. Agnosia
adalah gangguan pada syaraf indera
c. Illusi
merupakan kesesatan persepsi fatamorgana
d. Halusinasi
merupakan kesalahan pengamatan dengan mengkayal
e. De
Ja Vu adalah pemalsuan ingatan
f. Jamias
vu merupakan ketidak mampuan syaraf dalam mengenal objek
g. Isomnia
merupakan gangguan syaraf mata
2. Gangguan
fungsi-fungsi jiwa
a.gangguan pikiran
b. ngangguan ingatan
c. gangguan kesadaran
d. histeria
e. gangguan fantasi
3. Sakit Hati
Seseorang dapat timbul rasa iri terhadap
kelebihan yang dimiliki orang lain , misalnya keirian akan jabatan, kekayaan ,
kecantikan.
4. Siksaan
Sisksaan merupakan suatu yang mengerikan
penyebab berlaku sadis, kejam ,menyiksa itu bernmacam-macam
5. Neraka
Siksaan lebih mengerikan lagi adalah
siksaan di akhirat yang sering disebut siksaan kubur.
6. Cara
menghadapi penderitaan
1. Penyesalan
perbuatan
2. Bertaubat
dihadapan Tuhan Yang Maha Esa
3. Inisiatif,
dan kompesani
BAB IX
MANUSIA DAN KEGELISAHAN
A. Manusia
dan kegelisahan
Kegelisahan berasal
dari kata gelisah artinya rasa yang tidak tenteram hati, tidak tenang, tidak
sabar lagi merasa cemas dan khawatir
B. Kegelisahan
1.
Jenis-jenis kegelisahan
Sigmund Frued membedakan
kegelisahan menjadi 3 yaitu :
a.
Kecemasan Obyektif
Sering pula dinamakan
kecemasan kenyataan
b.
Kecemasan Neuritik
Kecemasan ini timbul karena pengamatan
tentang bahaya dari naluriah (syaraf) kecemasan ini disebabkan oleh
1.
Cemas karena penyesuaian diri dengan
lingkungan
2.
Rasa takut irasional atau phobi
3.
Rasa takut yang lain, seperti gagap dan
sebagainya.
c.
Kecemasan moral mempunyai bermacam-macam
Emosi seperti iri,
dendam, dengki, benci dan lain-lain
2.
Ketidak pastian
Ketidak pastian berasal dari kata tidak
pasti artinya tidak tentu, tidak dapat ditentukan , tidak tau, tanpa arah dan
asal-usul yang jelas.
3.
Ketresaingan
Berasal dari kata terasing artinya
tersisih,terpisah, terpisah dari pergaulan
4.
Kesepian
Berasal dari kata sepi artinya sunyi,
tidak ada orang, tidak ada apa-apa kesepian artinya kesunyiaan.
BAB X
MANUSIA DAN HARAPAN
A.
Manusia Dan Harapan
Setiap manusia mempunyai cita-cita atau harapan dalam hidupnya.
Kepercayaan manusia kepada Tuhan Yang Maha Kuasa mempengaruhi pandangan dari harapannya terhadap hari kemudian.
B.
Pokok bahasan
1.
Kebutuhan dan harapan
Harapan yang paling dalam dapat
menumbuhkan apa yang disebut keinginan.
Harapan berasal dari kata harap yang berati keinginan sebelum sesuatu terjadi.
a. Kebutuhan
organik diri sendiri
b. Kebutuhan
serta dorongan psikologis dari diri sendiri
c. Kebutuhan
serta dorongan organik serta psikologis sesama manusia diluar diri sendiri
Menguasai kebutuhan individu, dapat
dijabarkan sebagai berikut :
a.
Kebutuhan organik individu meliputi :
1. Makan
dan minum
2. Istirahat
dan tidur
3. Sex
4. Keseimbangan
suhu
5. Bernafas
6. Buang
hajat
7. Dan
lain-lain
b.
Kebutuhan psikologis sendiri
1. Bersantai
2. Kemesraan
dan bercinta
3. Kepuasan
altuistik
4. Kepuasan
ego
5. Kehormatan
6. Kepuasan dan kebanggaan mencapai tujuan
7. Dan
lain-lain
2.
Percaya diri
Kemampuan yang mendukung usaha/ perjuangan
itu membangkitkan sikap percaya diri.
Percaya diri menumbuhkan keyakinan yang mantap, bahwa usaha yang dilakukan .
3.
Gairah mengatasi kesulitan
Harapan selalu dilatar belakangi oleh
masalah kehidupan, fokusnya adalah kebutuhan hidup cara meningkatkan kemampuan
ini ialah :
1.
Banyak memperoleh informasi tentang
keberhasilan orang-orang tertentu
2.
Banyak berkomunikasi, bekerjasama dan
ikut serta dengan orang-orang yang berhasil dalam usahanya
3.
Mendengarkan dan menghayati
nasehat-nasehat yang kontruktif.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Kadir Muhammad.(1988).Ilmu Sosial Budaya Dasar.Jakarta:Fajar
Agung.