Selasa, 15 November 2016

Ilmu Sosial Budaya Dasar




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Ilmu Sosial Budaya Dasar Sebagai Komponen MBB
      Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD) adalah salah satu mata kuliah kelompok mata kuliah kehidupan bermasyarakat (MBB) diperguruan tinggi. Visis kelompok MBB diperguran tinggi merupakan sumber nilai  dan pedoman bagi penyelenggara  program studi guna mengantarkan ,mahasiswa memantapkan kpribadian , kepekaan sosial, kemampuan hidup masyarakat, pengetahuan tentang pelestarian  sumber daya dan lingkungan, hidup, dan mempunyai wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan,, teknologi dan seni.
Misi kelompok MBB  diperguruan tinggi membantu menumbuh kembangkan : daya kritis, daya kreatif, apresiasi,dan kepekaan mahasiswa terhadap nilai-nilai sosial yang :
1.      Bersifat demokratis, berkeadaban, dan menjunjung tinggi nilai kemanusian , bermartabat serta peduli terhadap pelestarian sumber daya alam dan lingkungan  hidup
2.      Memiliki kemampuan untuk menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan , teknologi,dan seni serta,
3.      Ikut berperan mencari solusi pemecahan masalah sosial budaya dan lingkungan hidup secara arif
            Dalam kurikulum, ISBD lulusan perguruan tinggi harus memiliki 3 kemampuan :
a.       Kemampuan Akademik
b.      Kemampuan Profesional
c.       Kemampuan Personal
B.     Masalah-Masalah Sosial Budaya Masyarakat
      Masalah-masalah sosial dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi yang  mempunyai pengaruh terhadap kehidupan sebagian besar masyarakat sebagia suatu yang tidak diinginkan atau diperbaiki
C.     Ruang Lingkup Ilmu Sosial Budaya Dasar
pengelompokan ilmu pengetahuan menurut Prof. Dr. Harsja Bachtiar ( dalam Abdulkadir, Muhamad, 2005:1) yang mengelompokan ilmu dan pengetahuan  menjadi 3 yaitu :
1.      Ilmu-ilmu alamiah (Natural Sciences)
2.      Ilmu-ilmu sosial (Social Sciences)
3.      Pengetahuan budaya ( The Humanisties)
      Ilmu-ilmu alamiahbertujuan untuk mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta yang termasuk kelompok ini adalah astronomi, fisik, kimia, biologi, mekanika,kedokteran dan lain-lain.
      Ilmu-ilmi sosial bertujuan untuk mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia yang termasuk dalam kelompok ini, anatara lain : ekonomi, sosiologo,politik, demografi,antropologi sosial
      Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi peristiwa dan pernyataan-pernyataan yang dimaksud biasanya  terdapat dalam tulisan-tulisan yang termasuk kelompok ini antara lain : filsafat, seni, sejarah, antropologi, budaya hukum  agama dan lain-lain.
      Ilmu sosial budaya dasar adalah
Bertujuan untuk mengembangkan kepribadian manusia sebagai mahluk sosial dan sebagai mahluk budaya yang berwawasan luas dan kritis serta dapat menyelesaikan sebuah masalah dengan baik, memahami konsep-konsep dasar tentang manusia sebagai mahluk sosial.
      Manusi sebagai mahluk sosial (zoon politicon), artrinya , manusia sebagai individu tidak akan mampu hidup sendiri dan berkembang sempurna tanpa hidup bersama dengan individu manusia lainnya.
      Manusia sebagai mahluk budaya(homo humanus) artinya, manusia mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang paling sempurna karena sejak lahir debekali dengan unsur akal( ratio),rasa( sense) yang membedakan dengan mahluk lain.


BAB II
KELOMPOK SOSIAL BUDAYA
A.    Pengertian sosial budaya
            Istilah sosial budaya merupakan bentuk gabungan dari istilah sosial dan  budaya .
Pengertian sosial budaya mencakup dari dua segi kehidupan manusia :
1.      Segi kemasyarakatan
2.      Segi kebudayaan
B.     Bentuk Sosial Budaya
      Bentuk sosial budaya artinya, setiap kelompok sosial budaya mempunyai batas-batas yang telah ditentukan berdasarkan tipe kelompok,yang membedakannya dengan kelompok yang lain.tipe kelompok tradisional alamiah didasarkan pada kesatuan geografis,ikatan perkawinan dan hubungan darah sedangkan tipe kelompok modern didasarkan pada kepentingan yang sama dan keahlian profesional.
4 macam tipe kelompok sosial bidaya yaitu :
1.      Tipe kelompok sosial budaya berdasarkan kesatuan geografis,seperti desa,daerah aliran sungai, daerah pantai, dan daerah pengunungan.
2.      Tipe kelompok sosial budaya berdasarkan ikatan perkawinan dan hubungan darah,seperti keluarga dan keluarga besar.
3.      Tipe kelompok sosial berdasarkan kepentingan yang sama seperti koperasi,lembaga swadaya masyarakat, dan yayasan.
4.      Tipe kelompok sosial berdasarkan kesakliah profesional seperti kelompok profesi dan kelompok pengusaha.
                    Ada beberapa kemungkinan alasan-alasannya, antara lain karena :
1.        Mata pencaharian yang sama sehingga pengharapan asas gotong-royongdan tolong-menolong lebih efektif dan efisien.
2.        Keturunan (etnis) yang sama, budaya yang sama yang mengikat mereka, sehingga berkembang rasa solidoritas kelompok untuk bersama dan saling melindungi tempat yang sama
C.     Tujuan Sosial Budaya
a.       Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang  keanekaragaman , kesetaraan , dan kemartabatan manusia sebagai individu dan mahluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
b.      Menumbuhkan sikap kritis,peka dan arif dalam memahami keragaman. Kesederajatan,dan kemartabatan menusia dengan  landasa nilai estetika,dan etika, moral dalam kehidupan bermasyarakat.
c.       Memberi landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa  sebagai bekal bagi hidup bermasyarakat, selaku individu dan mahluk sosial  yang beradab dalam memperaktekkan  pengetahuan akademik,dan keahlian nya serta mampu memberikan problem soiving sosial budaya secara bijaksana.
Permasalahan yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup pembahasan yaitu :
a.       Adanya berbagai aspek pada kenyataan-kenyataan yang bersama –sama merupakan suatu masalah sosial, biasa ditanggapi dengan pendekatan yang berbeda-beda oleh bidang-bidang pengetahuan keahlian yang berbeda-beda sebagai pendekatan tersendiri maupun gabungan.
b.      adanya keanekaragaman golongan dan ssatuan sosial dalam masyarakat yang masing-masing mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah laku sendiri, tetapi ada juga persamaan kepentingan kebutuhan serta persamaan dalam pola pemikiran dan pola tingkah laku yang menyebabkan adanya pertentangan-pertentangan maupun hubunganan-hubungan  kesetiawanan dan kerjasama dalam masyarakat.
Pembahasan dan sub pokok bahsan :
a.       mempelajari dan menyadari adanya berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaa.
b.      Mempelajari dan menyadari adanya masalah-masalah individu,keluarga,dan masyarakat.
c.       Mengkaji masalah-masalah kependudukan dan sosialisasi serta menyadari identitasnya sebagai pemuda dan mahasiswa penerus bangsa dan negara.
d.      Mempelajari hubungan antara warga negara dan negara
e.       Mempelajari hubungan serta pelapisan sosial dan persamaan derajat.
f.       Mepelajari masala-masalah yang dihadapi oleh masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
g.      Mempelajari dan menyadari adanya, pertentangan-pertentangan sosial bersamaan dengan adanya integrasi masyarakat.
h.      Mempelajari usaha pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh manusia untuk memanfaatkan kemakmuran dan pengurangan kemiskinan.
D.    Perkembangan Sosial Budaya Indonesia
      Kebudayaan Telah Mengalami proses perkembangan secara bertahap dan berkeseimbangan  yang kita konsepkan sebagai evolusi kebudayaan masa dalam kehidupan  manusia dapat kita bagi dua :

1.      Penemuan roda untuk transpotasi
Pada mulanya,roda hanya digunakan untuk mengangkat barang berat diatas batang pohon.
2.      Bahasa
Bahsa dalah suara yang diterima sebagai cara untuk menyampaikan pikiran  seseorang kepada orang lain.mengenai masa prasejarah ini ada dua pendekatan untuk membagi zaman yaitu:
1.      Pendekatan berdasarkan teknologi,terdiri dari zaman batu tua (poleotikum),zaman batu tengah/ madya (moselitikom)dan zaman batu baru.
2.      Pendekatan berdasarkan model sosial ekonomi atau mata pencaharian  hidup yang terdiri atas :
a.       Masa berburu dan mengumpulkan makanan.
b.      Masa bercocok tanam
c.       Masa kemahiran teknik atau perundingan.
Semituang perunggu dan tradisi smituang besi berpendapat lain membagi periode peradaban menjadi empat bagian yaitu : prapalaelitik.paleolitik,neolitikdan era perunggu manusia tidak lagi sekedar homo yang hanya menginginkan makanan R.Soekarno (1973) membagi empat masa yaitu :
1.       Zaman Prasejarah, yaitu sejak permulaan adanya manusia dan kebudayaan sampai kira-kira abab ke-5 masehi
2.      Zaman Purba, yaitu sejak datangnya pengaruh india pada abad pertama masehi sampai  dngan runtuhnya majapahit sekitar tahun 1500 masehi.
3.      Zaman Madya,yaitu sejak datangnya pengaruh islam menjelang akhir kerajaan majapait sampai dengan akhir abad ke-19
4.      Zaman Bru/modern, yaitu sejak masanya anasir barat( Eropa)dan teknik moder kira-kira tahun 1900 sampai sekarang. Hasil pertanian mesir adalah gandum,sekoi dan jamaut,danselai yaity padi-padian berbiji keras seperti jangung. Tulisan hieroglif ditemukan didingding piramida ,tugu oblesik maupun daun  papirus. Tulisan hieroglif berkembang menjadi lebih sederhana yang kemudian dikenal dengan tulisa hieratik dan demotik, denotik adalah  tulisan rakyat yang digunakan untuk urusa manusiawi, misalnya jual beli. Pada tahun 1799 anggota pasukannya menemukan  sebuah batu besar berwarna hitam didaerah rosetta. Pada tahun 1822, J,F. Champollion telah menemukan arti dari tulisan rosetta dengan membandingkan tiga bentuk tulisan yang digunakan yaitu hierogrif, demotik,dan yunani.


BAB III
PEMUDA DAN SOSIALISASI
A.    Pengertian pemuda
       Pada dua dekeda yang lalu, terminologi pemuda selalu memiliki makna ideologis. Bedinnidict Anclerson, misalnya menyebut bahwa, defenisi pemuda selalu dikata kan  dengan definisi politik. Keunikan tau ciri khas pemuda sekarang yang lain adalah sikap pragmetisme. Persoalan keungan adalah persoalan paling utama bagi generasi muda saat ini. Salah satu dampaknya adalah pemuda saat ini cenderung menjadi lebih progmatis dan kurang peduli terhadap persoalan diluar dirinya.
B.     Pendidikan Karakter
     Beberapa pendidik Indonesia modern yang mencoba menerapkan semangat pendidik karakter antara lain : R.A. Kartini, Ki.Hadjar Dewantara, Soekarna,Hatta,Ton malaka, Moh.Natsir, dll. Kependidikan biasa dikatakakan karakter apabila melibarkan berbagai macam komposisi nilai (nilai agama,nilai moral, nilai-nilai umum,dan nilai-nilai kewarganeraan). Karekter memiliki nilai-nilai sb :
Nilai keutamaan. Manusia keutamaan kalau ia menghayati dan melaksanakan tindakan –tindakan yang utama. Nilai keindahan pada masa lalu, nilai keindahan ditafsirkan terutama pada keindahan fisik,berupa hasil karya seni, patung bangunan sastra dll. Nilai keadilan  manusia utama adalah menjadi manusia yang berkerja. Nilai cinta tanah air (patriotisme). Pendidikan karakter  yang menanamkan nilai-nilai patriotisme secara mendalam tetap lah relavan mengingat ikatan seseorang senantiasa  terpaku pada tanah tumpah kelahiran nya, dan ibu pertiwi yang membesarkannya. Konferensi Asia Afrika, Grakan nonblok yang dipelopori Soekarno, gerakan kembali kenilai-nilai kebudayaan sendiri seperti yang dilakukan oleh Ki Hajara Dewantara jelas merupakan  sebuah semangat patriotisme mendalam yang merupakan ekpresi dari cinta tanah air sendiri.
       Nilai Demokraksi. Dalam konteks berbangsa dan bernegara diindonesia nilai kesatuan ini menjadi dasar pendirian bangsa ini kita mengenal tokoh besar Moh. Hatta (dan juga Gus Dur ) yang menyadari bahwa prularitas dinegeri ini ttidak memungkinkan diterapkannya  pendekatan dari agama tertentu untuk dicantumkan menjadi dasar negara.
      Nilai moral, nilai moral ini oleh socrates diacu sebagai sebuah panggilan untuk merawat jiwa. Nilai kemanusiaan menghayati nilai-nilai kemanusiaan menjadikan sikap keterbukaan terhadap kebudayaan lain , termasuk disini kultur agama dan keyakinan yang berbeda.
C.     Menuju Pendidikan Berkerakter
         Pendidikan karakter dilembagakan pendidikan (formal) lebih banyak berurusan dengan penanaman nilai. Untuk mencapai pertumbuhan  integral dalam pendidikan karakter perlulah dipertimbangkan berbagai macam metode yang membantu mencapai idealisme dan tujuan pendidikan karakter.
         Mengajar untuk dapat melakukan yang baik, yang adil ,yang bernilai, kita pertama-tama perlu mengetahui dengan jerih apa itu kebaikan , keadilan,dan nilai.keteladan memang menjadi salah satu hal yang klasik bagi berhasilnya sebuah tujuan pendidikan karakter. Menentukan prioritas lembaga pendidikan umumnya  memiliki prioritas dan tuntutan dasar atas karakter yang diterapkan dilingkungan mereka. Praksis unsur lain bagi pendidikan karakter adalaha bukti dilaksanakan nya prioritas nilai nilai pendidikan karakter tersebut. Refleksi merupakan kemampuan sadar khas manusiawi.




BAB IV
KEBUDAYAAN,PERADABAN
DAN SISTEM NILAI BUDAYA
A.    Kebudayaan
     Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berasal dari kata sanserkerta budhayah sebagi bentuk jamak dari budhi, yang berati atau budi akal. Kebudayaan adalah hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal. Koentjaraningrat memberikan pengertian kebudayaan sebagai keseluruhan dari hasil budhi dan karya nya itu atau  kebudayaan adalah keseluruhan dari apa yang pernah dihasilkan oleh manusia karena pemikiran dan karyanya.
a.       Wujud kebudayaan
Ralp Linton membaginya menjadi wujud phisik dan non phisik. Sedangkan Koentjaraningrat membaginya kedalam tiga wujud yaitu wujud ideal, yaitu kompleks ide-ide, gagasan nilai-nilai norma-norma,peraturan-peraturan dan sebagai nya yang berfungsi mengendalikan dan memberi arah kepada kelakuan manusia, serta perbuatan manusia dalam masyarakat, maka sering disebut adat tata cara.
b.      Wujud sistem sosial yaitu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat.
c.       Wujud kebudayaan fisik, yaitu benda-benda hasil karya manusia, misalnya pabrik, komputer, candi borobudur dan lain-lain.
     Kebudayaan dalam kaitannya dengan ISBD adalah :
Penciptaan , penertiban dan pengolahan nilai-nilai insan, tercakup didalamnya usaha memanusiakan  diri didalam alam lingkungan baik fisik maupun lingkungan sosial.
     Apabila dihubungkan dengan wujud kebudayaan yang dikemukakan oleh Koentjaraningrat, maka nilai-nilai insani( nilai etika) itu meliputi wujud kebudayaan ideal atau wujud sistem sosial,sedangkan nilai manusiawi artinya tidak terdapat pada wujud kebudayaan fisik. Tidak manusiawi artnya tidak sesuai dengan atau tidak menghargai martabat manusia, serta tidak berguna bagi kehidupan manusia.
B.     Perwujudan kebudayaan
      Dimana-mana manusia itu pada dasarnya adalah ssama karena manusia dibekali oleh penciptaannya dengan akal, perasaan,dan kehendak didalam jiwa. Yang  membedakan adalah perwujudan budaya dengan menekankan pada akal, perasaan,kehendak sebagai kesatuan ,atau hanya menekankan pada akal saja( ratio) dengan mengabaikan perasaan pengertian peradaban (civilization)dan kebudayaan (culture)
       Menurut satu Tkdir Alisyahbana, apabila perwujudan budaya itu penekannya pada akal( mind) maka akan menimbulkan tingkat peradaban yang berbeda. Mind selalu dihubungkan dengan civilization, bukan culture, maka ada yang disebut peradaban tinggi dan peradaban , karena alat ukurnya adalah akal dan pikiran manusia.
      Sedangkan apabila perwujudan budaya itu penekanannya pada tiga unsur (akal,perasaan dan kehendak) secara kebersamaan maka akan timbul tingkat kebudayaan yang berbeda, maka ada kebudayaan tinggi, ada kebudayaan rendah, karena diukur dengan rendahnya bagi manusia.
C.     Sistem Nilai Budaya
       Nilai adalah segala sesuatu tentang yang baik aytau yang buruk. Nilai adalah segala sesuatu yang menarik bagi manusia sebagai subyek. Nilai adalah perasaan tentang apa yang  diinginkan ataupun yang tidak diinginkan , atau tentang apa yang boleh dan yan g tidak boleh.
     Sistem nilai budaya berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi kelakuan manusia, dalam tingkatan yang paling abstrak. Sistem-sistemtata kelakuan yang tingkaynya lebih konkrit, seperti aturan-aturan khusus, hukum, norma-norma semuanya berpedoman pada sistem budaya.
      Ahli antropologi Kluckhon, membagi sistem nilai budaya kedalam lima masalah :
1.      Hakehat hidup manusia
2.      Hakekat karya manusia
3.      Hakekat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu
4.      Hakekat hubungan manusia dengan alam
5.      Hakekat hubungan manusia dengan sesamanya.


BAB V
MANUSIA DAN CINTA KASIH
A.    Pengantar
        Kasih sayang sudah dikenal sejak anak lahir dan bahkan sejak anak ada dalam kandungan. Kasih sayang berkembang seirama dengan perkembangan anak menuju kedewasaan. Cinta kassih orang tua terhadap anaknya itu adalah cinta yang disertai dengan kasih sayang. Cinta kasih ini diberikan secara tulus dan ilhlas seolah-olah anak itu merupakan  bagian dari dirinya sendiri. Cinta yang dirasakan  orang tua terhadap anaknya didasarkan atas kerapuhan hati, sebab orang tua mempunyai maksud tertentu terhadap anaknya, yaitu sukses dalam bimbingan  atau pendidikan  yang diujudkan dalam pergaulan orang tua terhadap anaknya. Perlakuan yang baik kepada sesama  manusia bukan berati karena seseorang itu membela, menyetujui, mendukung atau berguna bagi dirinya, melainkan datang dari hati nuraninya yang ikhlas disertai tujuan yang mulia.
         Cinta yang agung dan suci yang menjelama menjadi kemesraan tidak mengenal batas usia, kasta, derajat dan status sosial. Belas kasihan merupakan  cinta terhadap cinta terhadap sesama, yang dalam perwujudan berbeda dengan cinta kepada orang tua,pria ,wanita dan cinta kepada Tuhan.
        Perasaan kasihan secara harfiah berarti meras dengan dalam pengertian ini, perasaan –perasaan sosial kita yang mendasar, dasar seluruh moralitas, dan merupakan perekat emosional yang menghimpun masyarakat dan akhirnya seluruh kemanusiaan bersama-saama.
B.     Pokok Bahasan
1.      Arti , hubungan, ungkapan cinta kasih
a.       Arti cinta kasih
         Cinta kasih merupakan paduan dua kata yang mengandung arti psikologis yang dalam,yang sulit didefinisikan dalam rangkaian kata-kata. Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk-mahluk lainnya . manusia mempunyai akal, perasaan, kehendak.
        Cinta kasih bersumber pada unsur ras, yang merupakan  ungkapan perasaan , didukung oleh unsur karsa, yang dapat berupa tingkah laku dan dipertimbangkan dengan akal yang menimbulkan tanggung jawab diartikan akibat yang baik, positif, berguna , saling menguntungkan , menciptakan keserasian, keseimbangan ,dan kebahagian.
b.      Hubungan cintaa kasih
        Adanya beberapa macam hubungan cinta kasih yang di bahas dalam bab ini, dirinci sebagai berikut :
v   Cinta  kasih ini, orang tua dan anak
v  Cinta kasih antara pria dan wanita
v  Cinta kasih antara sesama manusia
v  Cinta kasih antara manusia dan Tuhan
v  Cinta kasih manusia terhadap lingkungan
c.       Ungkapan cinta kasih
     Orang yang mempunyai perasaan cinta kasih, hidupnya penuh gairah, baanyak inisiatif, dan penuh kreatif bagi seniman pelaku cinta kasih dituangkasn dalam bentuk karya budaya, sehingga dapat dinikmati pula oleh masyarakat.
     Dari uraian  yang dikemukakan sebelum mendapatkan dinyatakan bahwa cinta kasih adalah kebutuhan kodrati manusia, yang merupakan bagian yang tidak diabaikan dalam kehidupan manusia.
2.       Cinta kasih antara orang tua dan anak
        Seorang ibu yang sedang menyusui anaknya adalah gambaran tentang ketulusan dan cinta kasih. Ibu adalah tokoh utama yang selalu siap berkorban untuk membuktikan bahwa dunia ini membutuhkan cinta kasih dan ketulusan. Tanpa cinta kasih keluarga akan goyah, masyarakat pun akan goyah demikian diungkapkan oleh Sapardi Djioko Damono.
        Dibagian lain Sapardi Djoko Damono mengungkapkan bahwa dalam masyarakat kita biasanya menjadi lambang ketulusan dan  cinta kasih adalah wanita (ibu) dan anak-anak.
       Dalam karya sastra dan lirik l;agu kadang-kadang pengorbanan ibu sering dimanfaatkan oleh seniman untuk memeras air mata kita. Ibu tiri selalu mengambar sebagai wanita yang tidak mau melaksanakan tugas mulia terbuat dengan tulus.
3.      Cinta kasih antara pria dan wanita
         Cinta kasih antara pria dan wanita merupaka titik timbul keluarga sebagai unit masyarakat terkecil dan berkembang biak umat manusia dimuka bumi.
         Cinta kasih antara pria dan wanita yang sudah dewasa ( akil baling) merupakan kodrat yang tidak dapat di mungkiri,dan harus ada dalam cinta kasih  antara pria dan wanita ini kedua pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian , dan keterbukaan, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.
4.      Cinta kasih antara semua manusia
     Belas kasihan timbul karena adanya penderitaan  yang dialami manusia. Penderitaan ini mengandung pengertian yang luasa, misalnyan penderitaan karena bencana alam, karena yatim piatu, dan lain-lain
      Cinta kasih yang dilandasi belas kasihan merupakan dasara untuk menciptakan kebersamaan, perdamaian, dan saling menghargai apabila kita perhatikan, perwujudan  belas kasihan berupa pertolongan  sesamaa manusia tergantung juga pada situasi dan kondisi yang unik dalam arti pertolongan hanya diberikan kepada penderita yang bukan dibuat-buat atau yang diada-adakan.
      Apabila dalam kehidupan manusia, cinta sudah memudar atau menghilang dari lubuk hatinya, maka akan timbul tekabur, kekejaman kebiasaan yang tiada tara, nafsu setan merajalela, nilai-nilaikemanusian diinjak-injak.
5.      Cinta kasih antara manusia dan Tuhan
       Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dan kehidupan manusia. Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan karena manusia mereka takut akan Tuhan. Dalam cinta kasih kepada Tuhan itu tersimpul kepasrahan dan keikhlasan berserah diri bahwa pengabdian , pemujaan, sembahyang semata-mata karena segalanya. Cinta kepada Tuhan tidak lain  sebagai manisfestasi kesadaran sebagai mahkluk ciptaan Tuhan dan peintah Tuhan untuk mengabdi dan menyembah kepadanya.
       Cinta kepada Tuhan menurut ajaran agama adalah takwa dan mengabdi kepada Tuhan . artinya menuruti perintahnya dan menjauhi laranganNya. Yang paling mulia disisi tuhan adalah orang yang takwa kepadanya . pemujaan atau sembahyang adalah bentuk komunikasi ritual oleh manusia kepada TuhanNya.
        Tempat komunikasi ritual ini dilakukan manusia ditempat-tempat khusus misalnya dimasjid bagi agama islam, digereja bagi agama kristen, dipura bagi agama hindu, dan candi borobudor bagi agama budha. Cinta manusia kepada Tuhan  dapat diungkapkan juga melalui karya  budaya nya misalnya nyanyian,cerita norman (novel) film, nilai relegius ditunjukan oleh prilaku maka yang selalu mengedepankan nilai-nilai moral kepada orang lain.
6.      Ada tiga macam cinta yaitu Agape,Philia, Eros/Amor
Ø  Cinta Philia,yaitu cinta manusia kepada Tuhan, seperti yang dijelaskan pada cinta pemujaan
Ø  Cinta philia, yaitu cinta dalam keluarga, cinta kepada ayah/ibu dan saudara.
Ø  Cinta Aros/ Amor ailah antara pria dan wanita cinta sesama ini merupakan perpaduan dari cinta agape dan philia.
      Perbuatan atau sikap yang menaruh belas kasihan kepada orang lain,adalah orang yang berakhlak. Cara menyatakan belas kasihan yang ada dengan memberi uang, pakaian, makanan, barang dan sebagainya.
d.      Contoh dalam kehidupan
1.      Kasus Arie Hanggara ternya tidak sendiri
Kasus kesucian ini, boleh juga dibilang sebagai peristiwa terbesar akan peradaban anak terhadap orang tuanya. Hal yang demikian itu terbukti dan reaksi spontan yang bermunculan begitu peristiwa tersebut termuat dalam media pers organisasi wanita terbesar ditanah bahwa peristiwa tersebut sangat melukai  perasaan wanita.
2.      Jasmani sehat, hidup rukun dan kasih-kasihan adalah modal utama kebahagian , namun sakit atau mati adalah kekuasaan Tuhan
3.      Suatu karya satra yang mengembangkan ketidak berhasilan  orang tua mendidik anaknya karena terlalu dimanjakan adalah novel salah asuhan karangan Abdul Muis.
4.      Cinta kasih adalah bagian dan kehidupan manusia ini adalah kebutuhab kodrati. Sebagi contoh ialah novel Ashadi Siregar yang berjudul cintaku dikampus biru yang juga sudah difilmkan. Nilai moral yang luhur itu mengangkat derajat martabat manusia .




BAB VI
MANUSIA DAN KEADILAN
A.    Manusia Dan Keadilan
      Setiap manusia pastilah mendambakan keadilan, karena keadilan sungguh merupakan suatu yang sangat esensial didalam kehidupan insane beradab. Perjuangan hidup manusia yang  sangat penting adalah menegakkan keadilan dinyatakan sebagai lebih dekat kepada takwa sehingga orang yang imannya yang kuat sangat peka terhadap tuntutan keadilan.
       Keadilan selau memandang unsure penghargaan dan penilaian atau pertimbangan oleh karena itulah keadilan selalu dilambangkan dengan neraca keadilan.
       Prof. Subekti mengemukakan  pendapat bahwa keadilan itu berasal dati Tuhan , tetapi manusia diberi kecakapan untuk meraba atau merasakan  keadaan yang dinamakan adil itu. Hukum harus mendapatkan keseimbangan antara tuntutan.
B.     Keadilan
       Dimana pun dan pada persoalan apapun dalam kehidupan manusia keadilan, merupakan dambaan setiap insan.
1.      Pengertian keadilan  
a.       Aristoteles
Menurut Aristoteles keadilan adalah kelayakan dalam tindakkan manusia. Kelayakan diartikan  sebagai titik tengah  antara keddua ujung ekstrem (diantara dua kutub), yakni ujung terlalu banyak dan ujung terlalu sedikit.
b.      Plato
Plato memproyeksi keadilan pada diri manusia, sehingga seorang dikatakan  adil apabila orang itu mampu mengendalikan diri dan perasaannya dengan akalnya (dengan rasionya)
c.       Socrates
Socrates memproyeksi keadilan pada pemerintah menurut Socrates, keadilan tercipta bilamana setiap warga negara merasakan, bahwa pemerintah telah melaksanakan tugasnya dengan baik.
d.      Kong Hu Cu
Kong hu cu berpendapat lain. Menurut dia, keadilan ituterjadi apabila sebagai anak, bapak sebagai bapak, dan raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya.
e.       Charles E Merriam
Charles me merriam dalam bukunya syetematic politic menghubungkan dengan tujuan negara dari keadilan tersebut merriam mengumpamakan adanya sytem nilai dalam memperoleh bagiannya berdasarkan nilai-nilai tersebut.
f.       Prof.I.R.Poedjowojoto
Secara umum menurut Prof.I.R Poedjowojoto keadilan adalah pengakuan dan perlakuan terhadap hak yang sah.
g.      Keadilan menurut ajaran agama
Agama mempunyai ajaran-ajaran tentang keadilan pengadilan terhadap dosa tersebut dirasakan sebagai hukuman yang lebih berat dibandingkan sanksi hukuman pengadilan hasil seni
h.      Keadilan dan hasil seni
Jelas bagi kita bahwa keadilan ridak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Peristiwa keadilan juga sering kita lihat, kita dengar atau kita baca dari media masa, seperti :
v  Mayat-mayat terpotong dijakarta dan sukabumi
v  Peristiwa sengkon dan kasta
v  Proses pengadilan penyeludup kelas kakap
v  Atau kemukakan contoh-contoh peristiwa yang baru terjadi
2.      Berbagai macam keadilan
Plato berpendapat bahwa dan hukum merupakan subtansi rohani umum dan masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasrnya paling cocok baginya( the man behind the gun). Fungsi-fungsi penguasa ialah membagi-bagikan fungsi-fungsi fdalam negara kepada masing-masing orang sesuai dengan asas keserasian itu.
c.       Keadilan distributif
     Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bila mana hal-hal yang sama diperlukan  secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara (justice is done when equals are stread aqually). Bila hal ini dilaksanakan sebaik-baiknya sesuai dengan ciri- ciri adil yaitu memihak, sama hak, bersifat hukum, sah menurut hukum,layak, wajar dan benar secara moral, maka tidak akan ada kericuha baik didalam sidang pengadilan maupun diinstansi mana saja.
d.      Keadilan komunikatif
    Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian  keadilan itu merupakan  asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat.
3.        Keadilan sebagai kebutuhan naluri manusia
      Jhon Locke mengemukakan bahwa manusia itu mempunyai hak-hak alamiah yang dimilikinya semenjak lahir.
Hak asasi ini :
·         Hak akan hidup
·         Hak akan kebebasan atau kemerdekaan
·         Hak akan milik,hak akan memiliki sesuatu
Diantara  ketiga hak alamiah itu yang terpenting adalah hak akan hidup. Hak-hak yang timbul dengan adanya hak-hak azasi antara lain :
1.      Personal Right ( hak azasi pribadi)
2.      Property Rihgt (hak azasi ekonomi, hak memiliki sesuatu hak memebeli atau menjual barang-barang miliknya dan lain-lain)
3.      Right of legal equally (hak untuk memperoleh perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan)
4.       Political Right (hak azasi politik, hak untuk ikut serta dalam pemerintahan , hak pilih dan memilih dan lain-lain)
5.      Social and cultere Rights ( hak untuk memilih jenis dan jenjang pendidikan serta mengembangkan  kebudayaan untuk disukai.
6.       Procedure Right (hak untuk mendapatkan  perlakuan atau tata cara pengadilan dan perlindungan , misal perlengkapan, penahan penggeledehan, dan lain-lain)
                               kemudian pada tanggal 30 desember 1948 ditulis dalam piagam  yang memuat 30 pasal  diterima sebagai Universal Declaration Of Human Right (pertanyaan sedunia  tentang hak azasi  manusia ).
Menurut Thomas Hobbes, manusia juga mempunyai sifat-sifat yang melekat pada dirinya yaitu :
1.      Cornpetifo, yaitu sifat untuk berlomba menguasai manusia yang  lain, karena adanya rasa takut dan khawatir ia tidak akan mendapat pujian.
2.      Defentio, yaitu sifat untuk mempertahankan  diri dari membela diri.
3.      Gloria, yaitu sifat untuk menghormati, disegani dan dipuji oleh manusia-manusia yang  membuatnya.
4.    Pengertian keadilan sosial
        Sila kedua dari kelima dari pancasila merupakan serangkaian  kata yang mempunyai arti tersendie. Keadilan sosial mempunyai satu arti yaitu social , justice, yang sangat erat hubungannya dengan suatu isme,ajaran atau pandangan hidup.
       Keadilan sosial pengertiannya juga kepentingan sosial, kepentingan bersama, kepentingan komunal, gotong-royong mempunyai  arti suatu usaha  bersama, pelaksanaan duimanfaatkan untuk kemakmuran bersama
       Sila kelima pancasila, menghendaki pembangunan dan  penikmatan hasil pembangunan itu perlu dibagi dengan adil dan merata, baik dibidang ekonomi, sosial dan kebudayaan, sehingga dunia bebas dari kemiskinan dan  kesengsaraan hidup. Keadilan sosial dalam pancasila telah dijabarkan  menjadi 12 butir pengalaman  seperti yang tertuang dalam  Eka Prasetya Pancakarsa. Pandangan hidup tentang keadilan sosial tumbuh dari kebudayaan  yang menitik beratkan  pada kehalusan budi, perasaan halus,menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian, dan  mencintai sesama hidupnya.
      Keadilan sosial dan kehidupan  bangsa indonesia  dapat dijumpai pada ungkapan. Lingkupan jawa sebagai berikut :
1.      Teposalirio
2.      Sopo gawe nganggo, sopo  nandur ngunduh
3.      Ngano yo ngono, nanging mbok ajo ngono
4.       Tego lorane, ora tega patine
5.      Wong temen tumemen, wong sajah saleh
6.       Suro diro jayaningrat, luhur dening pangastuti
a.       Tipo seliro,  sikap hidup seseorang yang telah menganggap segala perbuatan yang lain juga seperti dirinya sendiri.
b.      Sopo ngawe,sopo nandur ngunduh, merupakan filsafat yang  universal dan parental
c.       Ngano yo ngono,nanging mbok ajo ngono, ungkapan ini ditujukan  kepada para membuat keputusan , bahwa vonis yang akan dijatuhkan , jangan lah hanya melihat persoalan saja, tetapi hendak lah dipakai berbagai pertimbangan mlral yang tinggi, perasaan yang halus, integritas yang tinggi dari manusia yang beradab.
d.      Tego lorane,ora tega patine, merupakan  kelanjutan dari vonis yang telah dijatuhkan, dan apabila yang menanggung vonis tadi sengsara karenanya, maka si pembuat vonis juga merasa terharu dan berusaha menolongnya.
e.       Wong temen rumemen, wong saleh, mengandung makna pada, suatu waktu, siapa yang jujur dan sungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasilnya, tentu saja harus ditunggu secara sabar dan tawakal.
f.        Suro diro jayaningrat,lebur dening pangastuti, artinya bahwa segala keburukan , kejahatan hendaknya jangan dibalas dengan perbiatan yang konfrontatif, tidak ada manfaatnya.
C.       Contoh keadilan dalam kehidupan
1.      Bagimana dengan seniman-seniman kita
Sesuai dengan kapasitas nya pula, pada seniman Indonesia pun sebenarnya cukup vokal dalam menyuarakan sikap mereka  akan praktek-praktek  ketidak adilan . banyak faktor yang sebenarnya menggiringi mereka untuk mengetahui profesi yang dianggap hina oleh  sebagian besar anggota masyarakat.






    









BAB VII
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
A.    Tanggung jawab adalah ciri manusia yang beradab
Tanggung jawab itu bersifar kodrati, artinya sudah menjadi bagian  hidup manusia, bahwa setiap manusia dibebani dengan tanggung jawab.
B.     Tanggung jawab
1.      Pengertian tanggung jawab
Menurut WJS. Poerwodarminto, tanggung jawab adalah suatu suatu yang menjadi kewajiban . sedangkan menurut Drs. Suyadi Mp tanggung jawab adalah  kesadaran manusia akan tingkah lakunya.
Dari segi filsafat, suatu tanggung jawab itu paling sedikit didukung tiga unsur yaitu :
ü  Kesadaran (cosciouness)
ü  Kecintaan (love, effestion)
ü  Keberanian (courage bravery)
2.      Macam atau jenis tanggung jawab
Atas dasar itu lalu dikenal beberapat jenis tanggung jawab :
1.      Tanggung jawab terhadap diri sendiri
2.      Tanggung jawab manusia atau masyarakat
3.      Tanggung jawab terhadap lingkungan
4.      Tanggung jawab terhadap Tuhan
3.      Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan yang baik yang berupa pikiran pendapat atapun tenaga sebagai perwujudan dan kesetian  kepada pemimpin, cinta kasih sayang, hormat atau suatu ikatan dimana semuanya itu dilakukan dengan penuh ikhlas
a.       Pengabdian kepada keluarga
b.      Pangabdian kepada masyarakat
c.       Pengabdian kepada negara
d.      Pengabdian kepada Tuhan
4.      Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban yang artinya memberi secara ikhlas dalam ujud-ujud tertentu seperti : harta, benda, waktu, kesetian, kebenaran, pengorbanan merupakan akibat dari pngabdian
5.      Kesadaran
Keadaran adalah keinsafan  akan perbuatanya. Kesadaran adalah hati yang telah terbuka atau pikiran dan perasaan dimana telah terbuka  tentang apa yang telah dukerjakan.



BAB VIII
MANUSIA DAN PENDERITAAN
A.    Manusia Dan Penderitaan
Dimana pun dan kapan pun manusia dapat menghadapi penderitaan terutama penderitaan yang tidak disengaja. Penderitaan manusia dapat menumbuhkan kreativitas  dalam karya-karya manusia  serta usaha manusia  untuk melepaskan penderitaan.
B.     Penderitaan
1.      Pengertian Penderitaan
Penderitaan mepunyai kata dasar derita yang berasal dari kata dhra (bahsa sanserkerta), yang berati menahan atau menanggung. Penderitaan adalah beban phisik atau jiwa manusia yang dapat menekan kan diri manusia.
2.      Sumber penderitaan
Manusia sebagai mahluk hidup mempunyai banyak dimensi yang semua dimensi  merupakan satu kesatuan utuh.
    Manusia cukup dibedakan antara kebutuhan phisik, kebutuhan psikis dan kebutuhan sosial.
Ø  Kebutuhan phisik (basic needs)
Ø  Kebutuhan psikis (psicholoizal needs)
Ø  Kebutuhan sosial (social needs)
Penderitaan manusia itu dapat diperinci sebagai berikut :
a.       Penderitaan yang timbul akibat perbuatan buruk manusia.
b.      Penderitaan karena penyakit
c.       Penderitaan akibat siksaan atau azab Tuhan
3.      Rasa sakit
Secara biologis penyakit merupakan ketidaknormalan atau kurangnya fungsi-fungsi organ dan sel-sel manusia.
a.       Sakit phisik
Sakit phisik adalah perasaan tidak enak pada organ manusia
b.      Sakit syaraf dan jiwa
Sakit jiwa merupakan orang menyebutnya gila, sedangkan sakit sayaraf proses kejiwaan manusia.
Sumtoma-sumtoma itu antara lain sebagai berikut :
1.      Gangguan pengamatan
a.       Astenia adalah gangguan syaraf  peraba
b.      Agnosia adalah gangguan pada syaraf indera
c.       Illusi merupakan kesesatan persepsi fatamorgana
d.      Halusinasi merupakan kesalahan pengamatan dengan mengkayal
e.       De Ja Vu adalah pemalsuan ingatan
f.       Jamias vu merupakan ketidak mampuan syaraf dalam mengenal objek
g.      Isomnia merupakan gangguan syaraf mata
2.      Gangguan fungsi-fungsi jiwa
a.gangguan pikiran
b. ngangguan ingatan
c. gangguan kesadaran
d. histeria
e. gangguan fantasi
3.  Sakit Hati
  Seseorang dapat timbul rasa iri terhadap kelebihan yang dimiliki orang lain , misalnya keirian akan jabatan, kekayaan , kecantikan.
4.    Siksaan
Sisksaan merupakan suatu yang mengerikan penyebab berlaku sadis, kejam ,menyiksa itu bernmacam-macam

5.    Neraka
Siksaan lebih mengerikan lagi adalah siksaan di akhirat yang sering disebut siksaan kubur.
6.    Cara menghadapi penderitaan
1.      Penyesalan perbuatan
2.      Bertaubat dihadapan Tuhan Yang Maha Esa
3.      Inisiatif, dan kompesani




BAB IX
MANUSIA DAN KEGELISAHAN
A.      Manusia dan kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah artinya rasa yang tidak tenteram hati, tidak tenang, tidak sabar lagi merasa cemas dan khawatir
B.       Kegelisahan
1.         Jenis-jenis kegelisahan
Sigmund Frued membedakan kegelisahan  menjadi 3 yaitu :
a.         Kecemasan Obyektif
Sering pula dinamakan kecemasan kenyataan
b.        Kecemasan Neuritik
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah (syaraf) kecemasan ini disebabkan oleh
1.        Cemas karena penyesuaian diri dengan lingkungan
2.        Rasa takut irasional atau phobi
3.        Rasa takut yang lain, seperti gagap dan sebagainya.
c.         Kecemasan moral mempunyai bermacam-macam
Emosi seperti iri, dendam, dengki, benci dan lain-lain
2.         Ketidak pastian
Ketidak pastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak tentu, tidak dapat ditentukan , tidak tau, tanpa arah dan asal-usul yang jelas.
3.         Ketresaingan
Berasal dari kata terasing artinya tersisih,terpisah, terpisah dari pergaulan
4.         Kesepian
Berasal dari kata sepi artinya sunyi, tidak ada orang, tidak ada apa-apa kesepian artinya kesunyiaan.



BAB X
MANUSIA DAN HARAPAN

A.        Manusia Dan Harapan
      Setiap manusia mempunyai cita-cita atau harapan dalam hidupnya. Kepercayaan manusia kepada Tuhan Yang Maha Kuasa mempengaruhi pandangan  dari harapannya terhadap hari kemudian.
B.             Pokok bahasan
1.        Kebutuhan dan harapan
Harapan yang paling dalam dapat menumbuhkan  apa yang disebut keinginan. Harapan berasal dari kata harap yang berati keinginan sebelum sesuatu terjadi.
a.    Kebutuhan organik diri sendiri
b.    Kebutuhan serta dorongan psikologis dari diri sendiri
c.    Kebutuhan serta dorongan organik serta psikologis sesama manusia diluar diri sendiri
Menguasai kebutuhan individu, dapat dijabarkan sebagai berikut :
a.         Kebutuhan organik individu meliputi :
1.    Makan dan minum
2.    Istirahat dan tidur
3.    Sex
4.    Keseimbangan suhu
5.    Bernafas
6.    Buang hajat
7.    Dan lain-lain
b.        Kebutuhan psikologis sendiri
1.    Bersantai
2.    Kemesraan dan bercinta
3.    Kepuasan altuistik
4.    Kepuasan ego
5.    Kehormatan
6.     Kepuasan dan kebanggaan mencapai tujuan
7.    Dan lain-lain
2.        Percaya diri
       Kemampuan yang mendukung usaha/ perjuangan itu membangkitkan  sikap percaya diri. Percaya diri menumbuhkan keyakinan yang mantap, bahwa usaha yang dilakukan .
3.          Gairah mengatasi kesulitan
        Harapan selalu dilatar belakangi oleh masalah kehidupan, fokusnya adalah kebutuhan hidup cara meningkatkan kemampuan ini ialah :
1.        Banyak memperoleh informasi tentang keberhasilan orang-orang tertentu
2.        Banyak berkomunikasi, bekerjasama dan ikut serta dengan orang-orang yang berhasil dalam usahanya
3.        Mendengarkan dan menghayati nasehat-nasehat yang kontruktif.




                         DAFTAR PUSTAKA
Abdul Kadir Muhammad.(1988).Ilmu Sosial Budaya Dasar.Jakarta:Fajar Agung.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar